Survival Ala Siswa Pecinta Alam SMK Peternakan Juara Subang

Subang, (05/11/2016)

SURVIVAL ALA SISWA PECINTA ALAM SMK PETERNAKAN JUARA*

Sekitar 19 orang anggota Pecinta Alam Smk Peternakan Juara Subang menjadi peserta dalam kegiatan MABIS (Masa Bimbingan Siswa) Pecinta Alam ‘Jawara Wana’, adapun panitianya ada 9 orang. Kegiatan MABIS ini dilakukan pada hari sabtu tanggal 5 November 2016, tempat kegiatan ini dilakukan sepanjang jalan menuju curug Cileat di Desa Mayang Kecamatan Cisalak.

Pemberangkatan peserta dan panitia dilakukan dari Smk Peternakan Juara sekitar pukul 07.00 dengan menggunakan mobil truk, mereka diturunkan di kantor desa mayang. Setelah turun mereka di brefing oleh Pak Edi Mardiana sebagai Pembina Ekskul Pecinta Alam, tak lama kemudian langsung melakukan perjalanan dengan jarak sekitar 5 km menuju titik akhir di curug Cileat, curug yang ke 7.

Para peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan harus menempuh perjalanan secara berkelompok karena ditengah perjalanan ada 4 pos yang harus mereka lalui. Di pos awal mereka harus mempersiapkan yel-yel, mengkonsolidasikan tim sehingga solid dan kompak, serta membagi makanan jika ada anggota kelompok yang membawa makanan berlebih, makanan harus habis.

Pos 1 yang mereka lalui itu ada 2 panitia yang telah bersiap di curug ke 3 dengan nama pos kekompakan. Peserta harus menyelesaikan simulasi games yang telah panitia siapkan, yaitu memindahkan air didalam gelas plastik dengan alas spanduk yang dibentangkan, dari satu titik ke titik yang lain. Kelompok peserta yang berhasil dengan waktu paling cepat maka akan menjadi juara.

Selanjutnya pos ke 2 yaitu pos P3K, peserta harus melakukan simulasi menangani korban luka patah tulang kaki saat di hutan. Mereka diberi waktu untuk menyelesaikan pembuatan blangkar dari  bahan seadanya untuk membawa korban luka patah tulang. Peserta kelompok yang benar membuat blangkar dan mengatasi korban yang akan menjadi juara di pos 2 ini.

Adapun pos ke 3 yaitu pos Bivak atau tenda darurat, berada di curug ke 7 atau curug cileat paling tinggi. Tantangan yang disiapkan panitia adalah meminta peserta membuat bivak dari spanduk bekas disamping curug yang angin sangat kencang, sehingga menyulitkan peserta membuatnya. Tetapi semua kelompok mampu membuatnya karena kekompakan bersama, walau bivak yang dibuat berbeda-beda. Bivak yang kuat dan nyaman untuk tempat tinggal sementara yang akan menjadi juara ada pos 3 ini.

Pos ke 4 adalah pos survival atau bertahan hidup di alam, pos terakhir yang berada di pamoyanan abah, tempat ngecamp menuju curug cileat. Di pos ini perserta diminta memasak beras dengan peralatan apa adanya, karena mereka tidak diminta membawa alat masak, jadi mereka mencari bahan atau alat masak di hutan. Rata-rata mereka menggunakan bambu sebagai alat memasak beras. Mereka memasukan beras kedalam bambu, lalu ditambah air dan garam. Setelah itu dibakar dengan api dengan posisi ditegak miringkan. Waktu memasak terbatas, jadi yang menjadi juara adalah yang mampu membuat nasi matang dengan waktu paling cepat.

Semua kelompok mampu melakukan survival, mampu bertahan hidup atas kelaparan dan kelelahan yang telah terjadi. Mereka mampu menahan kesabaran atas ujian di setiap pos. Keceriaan tergambar diraut muka para peserta saat nasi yang mereka masak sudah matang dan mereka makan secara bersama-sama diatas daun pisang.

Setelah selesai makan, tak lupa mereka membersihkan lokasi tempat masak dengan melakukan operasi semut. Sebelum menempuh perjalanan pulang, tak lupa juga mereka melakukan push up secara bersama-sama, tak hanya  peserta, panitia dan pembina juga melakukan push up. Ini menunjukan kebersamaan dan kekompakan.

Setelah mereka nilai dari panitai di setiap pos, akhirnya didapatkan juara 1 yang diperoleh oleh kelompok 1 yang diketuai oleh saudara Agung. Adapun hadiah yang diperoleh adalah 5 pasang sandal gunung untuk 5 anggota kelompok 1 yang menjadi juara dalam kegiatan MABIS tahun ini.

Perjalanan ini sungguh indah dan menyenangkan, menikmati alam hutan dan curug yang begitu indah berpadu membangun harmoni alam. Semoga siswa yang telah lulus mengikuti MABIS ini mampu menjaga alam dan menjaga keharmonisan alam, sehingga bisa bertahan sampai ratusan tahun kedepan.

*Edi Mardiana, S. Pt – Pembina Pecinta Alam Jawara Wana SMK Peternakan Juara Subang

simulasi game
simulasi game
simulasi evakuasi korban
simulasi evakuasi korban
persembahan yel-yel oleh kelompok
persembahan yel-yel oleh kelompok
foto bersama
foto bersama
img_0096
Evakuasi korban patah tulang
pembagian hadiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *