PENDAKIAN GUNUNG TAMPOMAS

Siswa Kelas X SMK Peternakan Juara MTT yang tergabung dalam ekstrakulikuler Pecinta Alam pada hari Sabtu tanggal 14 April 2018 mengadakan pendakian ke Gunung Tampomas yang berada di Kabupaten Subang. Sebanyak 18 orang peserta dan panitia 4 orang memulai pemberangkatan dari Sekolah pukul 07.00 WIB dan menempuh perjalanan selama sekitar 1,5 jam ke kaki Gunung Tampomas.
Titik kumpul pertama di kaki Gunung Tampomas berlokasi di Peternakan Kambing PE Simpay Tampomas yang pemiliknya Ki Uha. Memilih tempat tersebut, karena supaya siswa-siswa tahu dan memahami bahwa penggalian pasir di Gunung Tampomas mampu direklamasi oleh peternak. Ki Uha adalah sosok yang mampu mengubah kondisi lingkungan yang gersang bekas galian pasir menjadi hijau dan asri.
Perjalanan menuju puncak gunung dilaksanakan pukul 09.00 WIB dengan terlebih dahulu menelusuri wilayah penggalian pasir, dengan segala mesin pemecah batu menjadi pasir, beko yang mengeruk bukit, truk puso yang mengangkut pasir dan mesin-mesin yang lainnya. Siswa menyaksikan langsung proses penggalian yang terus-menerus tiada henti.
Sebelum perjalanan dimulai, siswa mendapat pengarahan dan bimbingan dari Pak Edi Mardiana selaku Pembina Eskul Pecinta Alam yang turut mendaki Gunung Tampomas. Selain pengarahan, siswa juga dikasi tugas untuk membuat puisi selama perjalanan dan nanti dipuncak gunung dibacakan oleh siswa.
Perjalanan sampai puncak selama 3,5 jam, jam 12.30 WIB sudah dipuncak dan langsung melepas kelelahan selama perjalanan dan menikmati keindahan alam puncak gunung Tampomas. Setelah fress kembali, siswa melaksanakan shalat dzuhur, diminta masak mandiri per kelompok dan setelah itu membacakan puisi yang telah dibuat selama perjalanan.
Kegiatan dipuncak selesai, seluruh peserta dan panitia turun kembali, selama perjalanan turun gunung, ternyata ketemu dengan banyak pendaki yang menuju puncak. Tidak lupa, saling sapa dan memberikan semangat kepada mereka yang sedang mendaki.
Pendakian anggota pencinta alam SMK ini dilakukan dalam rangka melatih mereka untuk terbiasa dalam perjalanan di Gunung atau alam terbuka. Pendakian ini bukan yang pertama, karena sebelumnya telah dilaksanakan Mabis di Curug Cileat Subang.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *